Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Desember 2025

Animasi Terbaik 2025: Tren Baru, Teknologi Mutakhir, dan Judul yang Mendominasi Dunia

Animasi Terbaik 2025: Tren Baru, Teknologi Mutakhir, dan Judul yang Mendominasi Dunia

Memasuki 2025, peta animasi dunia berubah cepat. Beberapa studio besar merilis proyek ambisius dengan pendekatan visual baru, sementara pasar Asia memperkuat posisinya sebagai pendorong utama pertumbuhan industri ini. Fakta inti dari laporan animasi 2025 mengungkapkan rilis-rilis besar—baik film maupun serial—yang mendominasi percakapan publik, mencetak angka penonton tinggi, dan memenangkan perhatian kritikus global.

Namun untuk memahami mengapa tahun ini begitu berbeda, perlu melihat lebih jauh dari sekadar daftar judul. Ada perubahan model produksi, strategi distribusi, dan selera penonton yang menggerakkan seluruh lanskap animasi.

Rilisan Kunci yang Mengemuka Sepanjang 2025

Beberapa judul menjadi sorotan di berbagai festival dan platform streaming. Baik proyek dari studio Jepang yang terkenal dengan detail cerita, maupun produksi Hollywood yang mengandalkan teknologi fotorealistik, semuanya menunjukkan evolusi yang sama: kombinasi narasi mendalam dengan estetika visual yang semakin berani.

Film panjang yang menonjol pada 2025 umumnya mengangkat tema identitas, hubungan manusia–teknologi, serta petualangan emosional yang resonan dengan penonton lintas usia. Di sisi lain, serial animasi memanfaatkan format episodik untuk eksplorasi karakter dan worldbuilding yang lebih kompleks.

Satu fakta yang berulang dalam laporan industri adalah percepatan penggunaan pipeline berbasis AI untuk rendering dan perancangan shot, yang membantu studio mengontrol biaya dan mempercepat produksi tanpa menurunkan kualitas.

Mengapa Tahun Ini Berbeda? Pergeseran Teknologi yang Mematangkan Industri

1. Visual Generasi Baru

Render hybrid—gabungan antara teknik 2D tradisional dan 3D volumetrik—muncul sebagai standar baru. Pendekatan ini tidak hanya memberikan gaya visual unik, tetapi juga memampukan animator mempertahankan ekspresi khas 2D dengan kedalaman 3D.

2. Pipeline Produksi Lebih Efisien

Perangkat lunak animasi kini mampu membuat simulasi cahaya, tekstur, dan efek lingkungan dengan lebih presisi. Banyak studio menyebut bahwa durasi produksi dapat dipangkas 15–30% dibanding tahun sebelumnya.

3. Perluasan Ruang Kreator Independen

Platform video pendek justru melahirkan animator baru yang kemudian direkrut studio besar. Distribusi yang tak lagi sepenuhnya dikendalikan rumah produksi membuat pasar konten lebih beragam.

Dampak Global: Bagaimana Konsumen Asia dan Amerika Menerimanya

Animasi 2025 memperlihatkan pola penerimaan publik yang menarik.

Pasar Asia

Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Indonesia, dan Tiongkok menunjukkan minat tinggi pada animasi dengan nuansa budaya lokal. Serial berbahasa asli melonjak popularitasnya, terutama yang menggabungkan elemen mitologi modern dengan teknologi futuristik. Penonton Asia cenderung menghargai detail visual dan kedalaman cerita, sehingga judul dengan worldbuilding kompleks mendapat sambutan terbaik.

Pasar Amerika

Sementara itu, Amerika Utara lebih menyukai narasi cepat dan karakter dengan pendekatan emosional kuat. Film-film petualangan keluarga dan komedi fantasi menjadi magnet utama. Studio Amerika juga semakin menerima estetika anime, mengadaptasi gaya tersebut dalam proyek mereka.

Pembacaan Strategis: Ke Mana Arah Studio Besar?

Studio Jepang

Studio besar Jepang memusatkan perhatian pada proyek film layar lebar yang dikembangkan paralel dengan ekspansi seri streaming. Strategi ini menciptakan dua sumber pendapatan stabil dan memperluas jangkauan ke penonton internasional.

Studio Barat

Perusahaan animasi Amerika memaksimalkan kolaborasi lintas divisi. Tim efek visual film live-action sering terlibat dalam proyek animasi, menghasilkan tampilan visual jauh lebih matang. Mereka juga menargetkan franchise jangka panjang, bukan sekadar proyek tunggal.

Studio Eropa

Produksi Eropa semakin berani melakukan eksperimen gaya, terutama pada film festival. Meski skala pasarnya kecil, inovasi visual dari wilayah ini sering memengaruhi gaya global dalam jangka panjang.

Pengaruhnya terhadap Ekonomi Kreatif Dunia

Tidak hanya hiburan, animasi 2025 memengaruhi berbagai industri lain—dari gaming, VR, hingga pemasaran digital.

1. Peningkatan Permintaan Animator

Sekolah animasi mencatat peningkatan pendaftaran. Industri memerlukan ahli storyboard, desainer karakter, dan technical artist yang paham pipeline modern.

2. Ekspansi Merchandise

Franchise animasi kuat menciptakan ekosistem mainan, fashion, dan koleksi digital bernilai tinggi. Merek global menilai kolaborasi dengan IP animasi lebih efektif untuk menjangkau demografis muda.

3. Penguatan Ekonomi Streaming

Platform streaming melihat animasi sebagai konten dengan umur panjang. Serial animasi sering mempertahankan tingkat tonton stabil, menjadikannya aset strategis untuk retensi pengguna.

Proyeksi Pasar Animasi Hingga 2030

Melihat data pertumbuhan, animasi diperkirakan menjadi salah satu sektor industri hiburan dengan laju tercepat hingga 2030. Faktor pendorongnya:

  • Integrasi AI yang mempercepat produksi

  • Konsumsi mobile video yang terus meningkat

  • Penetrasi global anime dan animasi Asia

  • Diversifikasi studio kecil yang memanfaatkan distribusi digital

Jika tren 2025 menjadi patokan, industri ini akan lebih kompetitif, lebih global, dan lebih eksperimental.

2025 Bukan Sekadar Tahun Animasi Besar, Tapi Titik Ubah Ekosistem

Rilisan besar memang menjadi pusat perhatian, tetapi aspek yang lebih penting adalah pergeseran besar dalam cara animasi diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi. Teknologi berperan besar, namun kreativitas tetap elemen utama yang menjaga animasi relevan lintas generasi.

Tahun 2025 menandai era baru di mana animasi tidak lagi hanya hiburan anak-anak, melainkan medium naratif global yang berkembang pesat dengan dampak ekonomi yang luas.

Senin, 28 Januari 2019

Kuliah PPG Modul 3 - Teori Kognitif

Kuliah PPG Modul 3 - Teori Kognitif


Buatlah simpulan sebanyak 1 halaman tentang bagaimana cara teacher Toni menerapkan teori Kognitif dalam pembelajaran? Berikan pula komentar bapak/ibu terhadap strategi tersebut!? 

Video tersebut memperlihatkan permasalahan yang dihadapi oleh guru Toni. Guru Toni mampu mengidentifikasi masalah yang menimpa siswanya, proses pembelajaran yang dilaksanakan membuat sebagian besar siswa nya mengalami kesulitan dalam memahami konsep dan bagaimana cara mengerjakan “pembagian bertingkat”. Guru Toni menunjukkan bahwa ia memiliki kompetensi pedagogik dengan menguasai karakteristik siswa dari aspek intelektual, dengan cara mengidentifikasi kemampuan awal siswa dan kesulitan yang di alami siswa. Setelah mengetahui kesulitan yang dialami siswanya, guru Toni menentukan materi yang mendasar bagi siswanya agar mereka mampu memahami konsep dan cara mengerjakan “pembagian bertingkat”. 

Pemilihan materi pelajaran dikaitkan dengan pengalaman dan tujuan. Penyusunan materi pembelajaran dilakukan oleh guru Toni sebagai langkah awal sesuai dengan pendekatan dan karakteristik siswa. Terlebih dahulu, siswa harus memahami cara mengerjakan “perkalian dan pembagian sederhana serta pengurangan” sebagai langkah awal untuk memahami dan mengerjakan “pembagian bertingkat”. Setelah mengidentifikasi kesulitan yang dialami siswanya, guru Toni menentukan strategi pembelajaran dengan menyiapkan 2 strategi dalam membantu siswanya dalam memahami pelajaran, yakni dengan menggunakan : 1. Mnemonic Device Mnemonic Device adalah ungkapan untuk membantu mengingat-ingat sesuatu, dengan kata lain mnemonic berarti teknik untuk mendayagunakan daya ingat dengan cara-cara tertentu. Dalam video tersebut memperlihatkan, guru Toni menggunakan ungkapan “Dead Monkeys Smell Bad” yang bermakna “Divide Multiply Subtract Bring down”. Sehigga membuat proses menghafal atau belajar tidak membosankan serta membangkitkan motivasi siswa untuk belajar dengan baik. 2. Visual Aid Selain Mnemonic Device, untuk membuat siswa dapat memanfaatkan kedua bagian otak kiri dan otak kanan. 

Guru Toni menggunakan Visual Aid sebagai rangsangan terhadap reaksi otak kanannya. Visual AID merupakan alat yang dapat membantu memperjelas suatu uraian atau penjelasan yang berbentuk tabel, grafik, gambar, diagram / bagan, peta, dan foto. Hal ini membuat materi yang disampaikan menjadi lebih mudah diterima oleh siswa. Penjelasan yang disampaikan oleh guru Toni, menunjukkan bahwa ia menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, ditunjukan dengan kemampuan dengan memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif, menerapkan pendekatan pembelajaran berdasarkan jenjang dan karateristik bidang studi. 

Strategi yang dibuat oleh guru Toni dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh siswanya merupakan langkah yang efisien dan cerdas, sehingga akan membuat proses dalam pembelajaran menjadi menyenangkan dan bertahan lama. 

Kometar : Video yang ditampilkan merupakan bentuk pengaplikasian guru yang memiliki kemampuan pedagogik yang baik. Guru tersebut mampu mengidentifikasi kesulitan yang dihadapi peserta didik, memahami karakteristik peserta didik, serta menguasai teori, strategi, metode pembelajaran dan mampu merancang dengan baik sehingga peserta didik bisa memahami pelajaran dengan baik. 

Strategi yang ia gunakan sebenarnya sangat ringkas dan efisien serta sangat efektif digunakan. Strategi ini memanfaatkan kemampuan otak kiri dan otak kanan dalam proses pembelajarannya sehingga membuat proses dalam pembelajaran menjadi menyenangkan dan bertahan lama karena terjadi keseimbangan di dalam struktur kognitifnya.

Sumber gambar : https://assets-a2.kompasiana.com/items/album/2017/04/22/uchitelka-58fa8f0fc4afbd4b7ac88015.jpg
Teori Behavioristik

Teori Behavioristik

Teori belajar behavioristik masih dirasakan manfaatnya dalam kegiatan pembelajaran. Selain teori ini telah mampu memberikan sumbangan atau motivasi bagi lahirnya teori-teori belajar yang baru, juga karena prinsip-prinsipnya (walaupun terbatas) terasa masih dapat diaplikasikan secara praktis dalam pembelajaran hingga kini. Walaupun teori ini mulai mendapatkan kritikan, namun dalam hal-hal tertentu masih diperlukan khususnya dalam mempelajari aspek-aspek yang sifatnya relatif permanen dengan tujuan belajar yang telah dirumuskan secara ketat.  Secara ringkas, teori behavioristik mengatakan bahwa belajar adalah perubahan


tingkah laku. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika ia telah mampu menunjukkan perubahan tingkah laku. Pandangan behavioristik mengakui pentingnya masukan atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respons. Sedangkan apa yang terjadi di antara stimulus dan respons dianggap tidak penting diperhatikan sebab tidak bisa diamati dan diukur. Yang bisa diamati dan diukur hanyalah stimulus dan respons.   Penguatan (reinforcement) adalah faktor penting dalam belajar. Penguatan adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respons. Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respons akan semakin kuat. Demikian juga jika penguatan dikurangi (negative reinforcement) maka respons juga akan menguat. Tokoh-tokoh penting teori behavioristik antara lain Thorndike, Watson, Skiner, Hull dan Guthrie.  Aplikasi teori ini dalam pembelajaran, bahwa kegiatan belajar ditekankan sebagai aktifitas “mimetic” yang menuntut siswa untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari. Penyajian materi pelajaran mengikuti urutan dari bagian-bagian ke keseluruhan. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil, dan evaluasi menuntut satu jawaban benar. Jawaban yang benar menunjukkan bahwa siswa telah menyelesaikan tugas belajarnya.

sumber gambar :
http://www.zofaytexaw.com/wp-content/uploads/2018/08/shutterstock_309239105_copy.jpg
Kuliah PPG Modul 3 -  Teori Behavioristik

Kuliah PPG Modul 3 - Teori Behavioristik

1. Menurut Bapak/Ibu, masalah apa yang mungkin muncul bila dalam suatu proses pembelajaran diterapkan teori belajar behavioristik? 

Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi yang diberikan guru kepada siswa. Misalnya dalam bentuk daftar perkalian, alat peraga, pedoman kerja, atau cara-cara tertentu, untuk membantu belajar siswa dengan reaksi atau tanggapan siswa terhadap stimulus yang diberikan oleh guru. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika ia dapat menunjukkan perubahan tingkah lakunya. Dalam pelaksanaannya, Teori ini lebih menekankan pada tingkah laku dan memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap lingkungan (stimulus). Namun, pada teori ini, proses pembelajaran hanya berpusat pada guru dan bersifat mekanistis serta hanya berorientasi pada hasil. 

http://ilpcimanggu.sch.id/wp-content/uploads/2016/09/22.jpg

Sehingga siswa dipandang pasif, mendengarkan, dan menghafal dari penjelasan yang diberikan oleh guru dan itu membuat guru terkesan sebagai sosok sentral dan bersifat otoriter. Teori ini sering kali memungkinkan munculnya permasalahan dalam proses pembelajaran dikarenakan teori ini tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks, sebab banyak variabel atau hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan atau pembelajaran yang tidak dapat diubah menjadi perpaduan antara stimulus dan respon. Teori ini hanya melihat aspek jasmaniah dan mengabaikan aspek-aspek mental. Kekuatan pada aturan dipandang sebagai penentu keberhasilan. Faktanya, siswa akan belajar dengan baik jika diberikan stimulus tertentu. Tetapi setelah diberikan stimulus yang sama bahkan lebih baik, ternyata siswa tersebut tidak mau belajar lagi. 

Teori ini juga cenderung mengarahkan siswa untuk berfikir linier, konvergen, tidak kreatif dan tidak produktif. Aspek kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar bukan menjadi perhatian utama. Faktanya, Pandangan teori ini banyak diterapkan oleh lembaga sekolah bahwa belajar merupakan proses pembentukan, yakni membawa siswa untuk mencapai target tertentu, sehingga menjadikan siswa untuk tidak bebas berkreasi dan berimajinasi. Orientasi kepada “salah/gagal mendapatkan hukuman” dan “benar/berhasil mendapatkan hadiah”. Peserta didik dihadapkan pada aturan-aturan yang jelas yang ditetapkan lebih dulu secara ketat. Padahal banyak faktor yang berpengaruh dalam hidup ini yang mempengaruhi proses belajar. secara garis besar teori ini hanya berorientasi pada hasil dan mengabaikan proses.

Kamis, 24 Januari 2019

Kuliah PPG - Rangkuman Pedagogik

Kuliah PPG - Rangkuman Pedagogik

Guru wajib memenuhi kualifikasi akademik minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1) dalam bidang pendidikan (D-IV/S1) yang diperoleh dari program studi yang terakreditasi dan kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan professional.yang sebagaimana tertuang dalam peraturan menteri Pendidikan Nasional No 16 tahun 2007.  

Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru yang berkenaan dengan pemahaman terhadap peserta didik dan pengelolaan pembeajaran mulai dari merencanakan, melaksanakan sampai dengan mengevaluasi. Kompetensi kepribadian merupakan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhak mulia.  

Kompetensi sosial berkenaan dengan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidian, orang tua siswa, dan masyarakat sekitar. Kompetensi professional merupakan kemampuan yang berkenaan dengan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan substansi isi materi pembelajaran, dan substansi keilmuan yang menaungi materi dalam kurikulum, serta menambah wawasan keilmuan. 

Kompetensi pedagogik guru adab 21 menakankan pada kemampuan adaptasi guru untuk mentrasformsi diri dalam era pedogogi digital dengan terus mengembangkan kreativitas dan daya inovatif.  

Guru secara yuridis diakui sebagai bagian dari tenaga kependidikan sebagai suatu profesi dengan keahlian khusus. Berbagai produk hukum dan kebijakan telah dikeluarkan pasca UUGD Nomor 14 tahun 2015 dalam rangkat meningkatkan kualitas guru. 

Profesi guru bukan sekedar agen kurikulum namun secara akademis ikut merancang konsep dan gagasan bagi upaya-upaya trasformasi dunia pendidikan dan masyarakat pada umumnya. Profesi guru di Indonesia memenuhi kriteria profesi pendidikan yang ditetapkan NEA.

http://www.fiqih17.com/2017/07/arti-penting-mengajar-bagi-seorang-guru.html


Pemerintah guna menjaga mutu guru telah mengeluarkan Permendiknas no 35 Tahun 2010 tentang Jabatan Guru dan Angka Kreditnya serta Permendiknas nomor 35 Tahun 2010 terkait aspek penilaian meliputi pelaksanaan proses pembelajaran, pembimbingan, dan pelaksanaan tugas tambahan lain yang relevan. Abad 21 menuntut perubahan peran guru lebih kepada kontekstualisasi informasi dan mengajarkan nilai nilai-nilai etika, budaya, kebijaksanaan, pengalaman, empati sosial, sikap-sikap, dan keterampilan esensial abad 21 yaitu kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis, dan kreativitas (4C). 

Guru harus terus belajar dalam konteks Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) meliputi pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif. Penting bagi guru selalu melakukan refleksi pembelajaran, mengidentifikasi masalah, merancang tindakan, melaksanakan mengevaluasi hasil dan tindaklanjut sebagai bagian dari kebiasaaan pengembangan keprofesian bekelanjutan. 

Perkembangan masif Teknologi Informasi dan Komunikasi membawa perubahan pola-pola pembelajaran sehingga guru dituntut mampu menyesuaikan mode-mode pembelajaran baru. Penting bagi guru memiliki ICT literacy dan paket pengetahuan dalam mengintegrasikan kemampuan pedagogis, penguasaan materi, dan cara pembelajarannya. Guru adalah pengembang gagasan dan ide bagi transformasi pendidikan bukan sekedar pelaksana kurikulum.